Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro

Authors

  • Siti Tasrifatul Khaya Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
  • Yohana Theresia Maria Astuti Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
  • Neny Andayani Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33005/plumula.v14i1.254

Keywords:

BAP, Chrysanthemum, Explant, In Vitro, NAA

Abstract

Perbanyakan Krisan secara konvensional menjadi tantangan yang cukup berat, seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Salah satu metode yang dianggap sebagai solusi ialah kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio NAA dan BAP yang tepat dalam memacu pembentukan kalus, tunas, akar dari berbagai eksplan pada kultur jaringan krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor (faktor I terdiri dari 5 aras dan faktor II terdiri dari 3 aras) dengan 5 ulangan. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan interaksi nyata pada parameter berat kalus dan berat tunas. Pembentukan kalus terbaik (berat segar) diperoleh pada eksplan daun dengan rasio NAA dan BAP 2:1. Pertumbuhan tunas dipengaruhi secara signifikan oleh jenis eksplan, dengan eksplan nodus menghasilkan jumlah tunas tertinggi (1,35). Namun, semua perlakuan menunjukkan pengaruh non-signifikan terhadap pembentukan akar, yang diduga karena rasio ZPT yang digunakan belum optimal untuk induksi akar.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Khaya, S. T., Astuti, Y. T. M., & Andayani, N. (2026). Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro. Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi, 14(1), 8–14. https://doi.org/10.33005/plumula.v14i1.254