Potential of the Consortium Bacillus spp. and Pseudomonas fluorescens to Control Fusarium Wilt Disease in Cayenne Pepper

  • Nensi Agustina Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Jawa Timur
  • Arika Purnawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Jawa Timur
  • Endang Triwahyu Prasetyawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Jawa Timur
Keywords: Consortium, Bacillus spp., Pseudomonas fluorescens, Cayenne Pepper

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is one of the horticultural crops with high economic value. The production of cayenne pepper is often constrained by stem wilt disease caused by the fungus Fusarium sp. This research aims to know the effect of the consortium of Bacillus spp. and Pseudomonas fluorescens as biological agents to control fusarium wilt in cayenne pepper. This research was conducted at the screenhouse of UPN "Veteran" East Java. The research began in January 2021 until April 2021. The study was arranged using a Split Plot Design with two factors, namely antagonistic bacteria and application time and was repeated 4 times. The first factor is antagonistic bacteria with 5 levels of treatment, namely without the provision of antagonistic bacteria, Bacillus spp. isolate code Ba9, Bacillus spp. isolate code Ba17, P. fluorescens, Bacillus spp. isolate code Ba9 + P. fluorescens, Bacillus spp. isolate code Ba17 + P. fluorescens. The second factor is the application time with 2 levels of treatment, namely before transplanting seedlings and after transplanting seedlings. If it is known that there is a significant effect of the treatment, then the Duncan Multiple Range Test (DMRT) is carried out at the 5% level. The treatment of the consortium of Bacillus spp. isolate code Ba9 and P. fluorescens caused a delay in the incubation period of Fusarium sp. by 23.42%, increasing plant height by 20.55%, and accelerating the emergence of prospective flowers, while the treatment with the consortium of Bacillus spp. isolate code Ba17 and P. fluorescens suppressed the intensity of fusarium wilt disease by 29.03%, increasing the number of leaves by 56.58% compared to the single aplication of bacteria.

References

Abidin, Z., L. Q. Aini, dan A. L. Abadi. 2015. Pengaruh Bakteri Bacillus sp. Dan Pseudomonas sp. Terhadap Pertumbuhan Jamur Patogen Sclerotium rolfsii Sacc. Penyebab Penyakit Rebah Semai Pada Tanaman Kedelai. Jurnal HPT. 3 (1) : 1 - 10.

Agustina, N., A. Purnawati, dan L. Suyatmi. 2021. 2021. Potensi Pseudomonas fluorescens Terhadap Fusarium sp. In Vitro. Prosiding Seminar Agroteknologi. 55-58.

Astriani, M. dan H. Murtiyaningsih. 2018. Pengukuran Indole-3 Acetic Acid (IAA) pada Bacillus sp. dengan Penambahan L-Tryptofan. Bioeduscience. 2 (2) : 116-121.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Hortikultura. BPS RI. Jakarta. 86 Hal.

Chrisnawati, S., L. marlen, dan Nasrun. 2017. Evaluasi Antagonis Pseudomonas fluorescens dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tomat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. 3 (2) : 273 – 277.

Herlina, L., K, Kedati, dan D, Mustikaningtyas. 2016. Kajian Bakteri Endofit Penghasil IAA (Indole Acetic Acid) Untuk Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Sainteknol. 14 (1) : 51-58.

Jannah, R. 2016. Pengaruh Aplikasi Bakteri Bacillus cereus Dan Pseudomonas aeruginosa Terhadap Produktivitas Tanaman Padi Yang Terinfeksi Penyakit Blas Sebagai Referensi Mata Kuliah Mikrobiologi. Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam. Banda Aceh. 83 Hal.

Jatnika, W., A. L. Abadi, dan L. Q. Aini. 2013. Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. Terhadap Perkembangan Penyakit Bulai yang Disebabkan Oleh Jamur Patogen Peronoslerospora maydis Pada Tanaman Jagung. Jurnal HPT. 1 (3) : 19-29.

Larosa, S. F., E. Kusdiyantini, dan B. Raharjo. 2013. Kemampuan Isolat Bakteri Penghasil indole Acetic Acid (IAA) dari Tanah Gambut Sampit Kalimantan Tengah. Jurnal Biologi. 2 (3) : 41-54.

Mihardjo, P. A., dan A. Majid. 2008. Pengendalian Penyakit Layu pada Pisang dengan Bakteri Antagonis Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis. Jurnal Pengendalian Hayati. 1 (1) : 26 -31.

Nuryani, W., E. Silvia Yusuf, Hanudin, I Djatnika, dan B. Marwoto. 2011. Pengendalian Layu Fusarium Menggunakan Mikrobe Antagonis dan Tanaman Resisten pada Lili. Jurnal Hortikultura. 21 (4) : 338-343.

Prasetyawati, E. T. dan S. Wiyatiningsih. 2020. Eksplorasi Bacillus spp. di Areal Pertanaman Cabai Dan Uji Quorum Sensing Terhadap Patogenisitas Ralstonia solanacearum pada Inangnya. Laporan Akhir Riset Dasar Lanjutan. UPN Veteran Jawa Timur. Surabaya.

Putra, I. M T. H., T. A. Phabiola., dan N. W. Suniti. 2019. Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum f.sp. capsici pada Tanaman Cabai Rawit Capsicum frutescens diRumah Kaca dengan Trichoderma sp yang Ditambahkan pada Kompos. Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 8 (1) : 103 - 117

Putro, N. S., L. Q. Aini., dan A. L. Abadi. 2014. Pengujian Konsorsium Mikroba AntagonisUntuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) . Jurnal HPT. 2 (4) : 44-53.

Rahni, N. M. 2012. Efek Fitohormon PGPR Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays). Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. 3(2):4-8.

Salamiah dan R. Wahdah. 2015. Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dalam Pengendalian Penyakit Tungro Pada Padi Lokal Kalimantan Selatan. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. 1 (6): 1448- 1456.

Silaban, I. C., L. Q. Aini, dan M. A. Syib’li. 2015. Pengujian Konsorsium Mikroba Antagonis Untuk Mengendalikan Jamur Sclerotium rolfsii Penyebab Penyakit Rebah Semai Pada Kedelai (Glycine Max L.). 3 (2) : 100-107.

Soesanto, L., E. Mugiastuti, dan R. F. Rahayuniati. 2010. Kajian Mekanisme Antagonis Pseudomonas fluorescens Terhadap Fusarium oxysporum F.Sp. Lycopersici Pada tanaman Tomat In Vivo. Jurnal HPT Tropika. 10 (2) : 108-115.
Published
2022-01-01
How to Cite
Agustina, N., Purnawati, A., & Prasetyawati, E. (2022, January 1). Potential of the Consortium Bacillus spp. and Pseudomonas fluorescens to Control Fusarium Wilt Disease in Cayenne Pepper. Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi, 10(1), 1-8. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/plumula.v10i1.64