https://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/issue/feedPlumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi2026-01-22T14:38:07+00:00Dr. Ir. Ramdan Hidayat, M.S.plumulafaperta@upnjatim.ac.idOpen Journal Systems<div> <table class="data" style="background-color: #e9eceb;" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Journal Title</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi</strong></td> <td style="width: 23.3587%;" rowspan="8"><img src="https://plumula.upnjatim.ac.id/public/journals/1/cover_issue_12_en_US.jpg" alt="" width="185" height="262" /></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Initial</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>plumula</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Abbreviation</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>plumula</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Frequency</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>2 Issue, January - July</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">DOI</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>prefix 10.33005</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">ISSN</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1507795919">2614-0233</a> (Online) | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1327990975">2089-8010</a> (Cetak)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Editor-in-chief</td> <td style="width: 51.6413%;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/5991752/?view=googlescholar#!"><strong>Dr. Ir. Ramdan Hidayat, M.S</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 25%;">Publisher</td> <td style="width: 51.6413%;"><strong>Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur</strong></td> </tr> </tbody> </table> </div>https://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/248Efek Iradiasi Gamma Co-60 dan Ultraviolet terhadap Karakteristik dan Kemampuan Pelarutan Fosfat dan Kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri2025-07-24T04:46:03+00:00Restiana Maulindarestianamaulinda@unud.ac.idIswandi Anasrestianamaulinda@unud.ac.idRahayu Widyastutirestianamaulinda@unud.ac.idAnia Citraresminirestianamaulinda@unud.ac.id<p>Radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet berpotensi untuk meningkatkan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet terhadap karakteristik serta indeks kelarutan fosfat dan kalium <em>Aspergillus costaricaensis </em>dan <em>Staphylococcus pasteuri. </em>Tahap penelitian terdiri dari iradiasi gamma Co-60 (dosis 0; 5; dan 10 kGy) dan ultraviolet (lama penyinaran 0; 1; dan 5 jam). Hasil menunjukkan bahwa iradiasi gamma Co-60 dan ultraviolet menyebabkan perubahan karakteristik pada mutan <em>A. costaricaensis </em>dan mutan <em>S. pasteuri</em>, meliputi kecepatan pertumbuhan, jumlah koloni, ukuran, warna, dan bentuk koloni. Menariknya, perlakuan ultraviolet tidak mengakibatkan perubahan karakteristik koloni bila dibandingkan dengan induknya. Indeks pelarutan fosfat dan kalium mutan <em>A. costaricaensis </em>masing-masing berkisar 2,06–2,12 dan 2,15–2,23. Sementara itu, mutan <em>S. pasteuri </em>menunjukkan indeks pelarutan fosfat 2,22–2,50 dan kalium 2,06–2,33.</p>2026-01-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Restiana Maulinda, Iswandi Anas, Rahayu Widyastuti, Ania Citraresminihttps://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/254Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro2025-11-26T08:11:09+00:00Siti Tasrifatul Khayatasrifatulkhaya014@gmail.comYohana Theresia Maria Astutitasrifatulkhaya014@gmail.comNeny Andayanitasrifatulkhaya014@gmail.com<p>Perbanyakan Krisan secara konvensional menjadi tantangan yang cukup berat, seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Salah satu metode yang dianggap sebagai solusi ialah kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio NAA dan BAP yang tepat dalam memacu pembentukan kalus, tunas, akar dari berbagai eksplan pada kultur jaringan krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor (faktor I terdiri dari 5 aras dan faktor II terdiri dari 3 aras) dengan 5 ulangan. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan interaksi nyata pada parameter berat kalus dan berat tunas. Pembentukan kalus terbaik (berat segar) diperoleh pada eksplan daun dengan rasio NAA dan BAP 2:1. Pertumbuhan tunas dipengaruhi secara signifikan oleh jenis eksplan, dengan eksplan nodus menghasilkan jumlah tunas tertinggi (1,35). Namun, semua perlakuan menunjukkan pengaruh non-signifikan terhadap pembentukan akar, yang diduga karena rasio ZPT yang digunakan belum optimal untuk induksi akar.</p>2026-01-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Tasrifatul Khaya, Yohana Theresia Maria Astuti, Neny Andayanihttps://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/275Pengaruh Variasi Ketinggian Raised Bed terhadap Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Jemur Wonosari, Surabaya2025-12-16T08:34:08+00:00Chosa Zahro Fatihachosa.zahro.fp@upnjatim.ac.idWanti Mindari wanti_m@upnjatim.ac.idPurnomo Edi Sasongkopurnomoedis@upnjatim.ac.idRahayu Anggrainianggraini0721@gmail.comFifi Aurafika Dewi22025010227@student.upnjatim.ac.idIqbal Satria Pradana22025010124@student.upnjatim.ac.id<p>Sistem tanam <em>raised bed</em> beralaskan limbah organik diduga berdampak terhadap kecukupan air, nutrisi, dan gas-gas tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi ketinggian <em>raised bed</em> terhadap perubahan sifat fisik dan kimia tanah terpilih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Jemur Wonosari, Surabaya. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk mengevaluasi perlakuan ketinggian <em>raised bed</em> : 20 cm (P<sub>1</sub>), 25 cm (P<sub>2</sub>), dan 30 cm (P<sub>3</sub>), masing-masing diulang tiga kali. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm pada setiap <em>raised bed</em> untuk dianalisis nilai pH tanah, EC, dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian <em>raised bed</em> mempengaruhi nilai ciri tanah tersebut. Nilai pH tanah berada pada kisaran 7,08–7,63, nilai EC tanah antara 0,594 dS/m dan 0,402 dS/m, dan kandungan C organik antara 1,09% dan 0,6%. Kandungan C organik berbanding terbalik dengan EC tanah. Bedengan yang ditinggikan optimal pada ketinggian 25 cm karena dapat menjaga kelembapan, aerasi, dan mendukung dekomposisi bahan organik yang baik.</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Chosa Zahro Fatiha, Wanti Mindari , Purnomo Edi Sasongko, Rahayu Anggraini, Fifi Aurafika Dewi, Iqbal Satria Pradanahttps://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/277Karakteristik Fisik Tanah Gambut pada Perkebunan Kelapa di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, Indonesia 2025-12-16T01:16:45+00:00M. Joehari Jamilim.joehari@lecturer.unri.ac.idEko Wahyudim.joehari@lecturer.unri.ac.idVia Permata Sarim.joehari@lecturer.unri.ac.idZafitra Zafitram.joehari@lecturer.unri.ac.idAhmad Imtaz Sumbarim.joehari@lecturer.unri.ac.idIrwin Mirza Umamim.joehari@lecturer.unri.ac.id<p>Lahan gambut memiliki peran penting dalam ekosistem, namun sangat rentan terhadap degradasi akibat perubahan penggunaan lahan dan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik tanah gambut pada penggunaan lahan kelapa dua tipe penggunaan lahan gambut di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, yaitu lahan perkebunan kelapa dan lahan gambut terbakar yang telah berkembang menjadi semak belukar. Contoh tanah diambil dari kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, lalu dianalisis untuk parameter fisik tanah. Analisis deskriptif-komparatif menunjukkan bahwa lahan perkebunan kelapa memiliki sifat fisik tanah yang berbeda, dengan bobot isi rendah (0.18-0.11 g/cm³), kerapatan partikel <1 g/cm³, dan porositas tinggi (80–84%). Sebaliknya, lahan semak belukar bekas terbakar menunjukkan peningkatan bobot isi dan kerapatan partikel. Perbedaan ini mencerminkan dampak dari kebakaran, serta manajemen dari perkebunan kelapa. Hasil penelitian menekankan pentingnya pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan tanpa kegiatan pembakaran.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 M. Joehari Jamili, Eko Wahyudi, Via Permata Sari, Zafitra Zafitra, Ahmad Imtaz Sumbari, Irwin Mirza Umamihttps://plumula.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/281Pengaruh Komposisi Cocopeat Baru dan Bekas pada Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Na-Oogst dalam Sistem Hidroponik Tetes2025-12-20T12:36:56+00:00Suherman Suhermanmsuher031@gmail.comIrzatul Ibadahmsuher031@gmail.comDwika Nano Hariyantodwika@umsj.ac.idMoh Ardanimsuher031@gmail.comAbdul Jalilmsuher031@gmail.comWahyu Nurkholis Hadi Syahputrawahyu_h@unej.ac.id<p>Tembakau <em>Na-Oogst</em> merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan media tanam dengan retensi air dan aerasi optimal untuk pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai proporsi <em>cocopeat</em> baru dan bekas terhadap pertumbuhan tanaman pada sistem hidroponik tetes. Penelitian dilaksanakan di Bondowoso, Jawa Timur (±250–300 m dpl) menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam perlakuan: M0 (100% <em>cocopeat</em> baru), M1 (80% baru + 20% bekas), M2 (50% baru + 50% bekas), M3 (20% baru + 80% bekas), M4 (100% <em>cocopeat</em> bekas halus), dan M5 (100% <em>cocopeat</em> bekas serat), dengan lima ulangan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, dan kadar air media. Hasil menunjukkan bahwa media M3 dan M4 mendukung pertumbuhan terbaik (tinggi batang 119,4–119,8 cm; diameter 1,83 cm; lebar daun 27,9–28,5 cm). <em>Cocopeat</em> bekas mampu mempertahankan kadar air stabil (78,0–80,0%) untuk mendukung perkembangan akar dan ekspansi jaringan. Temuan ini menegaskan bahwa cocopeat bekas, baik campuran maupun digunakan penuh dengan tekstur halus, efektif digunakan kembali sebagai media tanam hidroponik.</p>2026-01-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Suherman Suherman, Irzatul Ibadah, Dwika Nano Hariyanto, Moh Ardani, Abdul Jalil, Wahyu Nurkholis Hadi Syahputra